Recents in Beach

SOFISME

Pada pertengahan abad ke-5 sebelum Masehi timbul lah aliran baru dalam filosofi Yunani, yang berlainan sekali sifatnya daripada yang dikenal sampai ketika itu, Aliran itu dinamai orang sofisme atau juga sofistik.

Sofistik asalnya dari kata sophos", yang artinya cerdik pandai. Bermula gelaran Sofis (1) ditujukan kepada segala orang pandai sebagai ahli bahasa, ahli filsafat, ahli politik dan lain-lainnya. Orang yang tersebut karena pengetahuannya dan kebijaksanaannya dinamai sofis. Tetapi lama kelamaan kata itu berubah artinya. Sofis menjadi gelaran bagi tiap-tiap orang yang pandai memutar lidah, pandai bermain dan bersilat dengan kata-kata. Dari nama pujian sofis" menjadi nama ejekan.

Dalam pengertian yang kemudian inilah terpandang golongan baru itu. Kaum sofis itu muncul bermula di Atena dan dengan sebentar saja ajarannya kembang ke seluruh Attika. Sebabnya karena mereka memaparkan soal-soalnya dan memecah berbagai masalah hidup di tengah-tengah rakyat. Tindakan guru-guru sofis itu membawa perubahan. besar dalam sejarah peradaban Grik. Ilmu yang selama ini dipupuk dengan bertenang-tenang dalam gedung yang sunyi, dibawa sekarang ke tengah pasar dan dioberalkan kepada orang banyak. Ahli pikir yang selama ini menyisihkan diri dalam langgarnya berganti dengan guru umum yang mengajar di jalan raya. Karena tindakan mereka itu orang banyak seolah-olah kena suntikan dan berjangkit dengan kepercayaan, bahwa ilmu berdapat dituntut dengan mudah. Segala orang gila berguru.

Jika ditilik benar, zaman sofistik ini adalah zaman perpisahan, masa pancaroba dalam alam pikiran Grik. Ia  menyelesaikan jalan perubahan berbagai paham, yang masya telah lama berlaku dengan berangsur-angsur dalam masyarakat. Oleh karena kedudukannya pada perpisahan zam kaum sofis merintis jalan baru, yang arahnya belum tentu benar baginya. Mereka mengajak orang memandang dunia yang ditunjuknya, yang wajahnya belum terang kepada nya. Oleh karena itu ajarannya meruntuhkan yang ada dengan tiada menimbulkan yang baru.

Sungguhpun begitu gerakan sofisme itu penting juga bagi sejarah filosofi. Sekalipun ia tidak memberikan ke putusan yang tertentu dan tetap, 1a memajukan pandangan baru. Pandangan filosofi berubah karenanya. Ia menjadi pendahuluan kepada filosofi klasik, yang bermula dengan Sokratres. Karena tindakan kaum sofis itu timbullah soal-soal yang menjadi buah pikiran dan pokok penyelidikan bagi Sokrates, Plato dan Aristoteles serta murid-murid nya kemudian.

Manakah pandangan baru yang ditunjukkan oleh kaum Sofis? Selama ini yang menjadi soal filosofi ialah kosmos, alam besar. Mencari keterangan tĂȘntang asal dari segala yang ada, itulah tujuan filosofi. Kaum sofis membawa filosofi me mandang manusia sebagai makhluk yang berpengetahuan dan berkemauan. Pengetahuan manusia dan kemauannya itulah sekarang dijadikan soal filosofi. Betapa me ndapat dasar pengetahuan, betapa menentula sikap hidup? Dengan tinjauan baru itu soal kosmolog berganti dengan teori pengetahuan dan ethik. Mempengaruhi pandangan filosofi ke sana adalah suatu jasa besa yang diperbuat kaum sofis, betapa juga buruk pengaru nya kepada masyarakat Grik.

Tetapi sungguhpun kaum sofis selalu mempersoais sikap hidup, mereka tak sanggup Inenetapkan dasar apa yang harus menjadi pimpinan hidup. Mereka ada mengatakan, bahwa tiap-tiap pergaulan mempunyai dasarnya, normanya sendiri, dan ada pula menunjukkan sikap yang harus dipakai. Tetapi menentukan dasar umum yang boleh dituntut kepada segala orang, tak tercapai oleh mereka. Sebabnya, karena tiap-tiap guru sofis membawa ukuran sendiri-sendiri. Paham yang seorang ten- tang sifat bergaul dan sikap hidup berlainan dengan paham guru yang lain. Masing-masing mengemukakan pahamnya sendiri dengan tiada mau menimbang paham orang lain. Kecuali kalau hendak membantah. Pahamnya sendiri- pun tidak pula tetap, berubah-ubah dari waktu ke waktu. Tak ada yang tetap, kata mereka, semuanya dalam peru- bahan senantiasa. Sebab itu sikap manusia perlu pula berubah-ubah. Alhasil mereka membongkar sendi adat dan kebiasaan yang telah berurat-akar dalam peradaban Grik, dengan tiada menentukan gantinya. Zaman sofistik zaman membongkar, belum lagi zaman mendirikan.

Demikian juga tentang dasar pengetahuan. Tak ada yang sama paham mereka itu. Tiap-tiap guru sofis me- nganjurkan teori sendiri. Dan teori yang dikemukakan se- karang, beresok boleh jadi tidak terpakai lagi. Keadaan bisa berubah dan berubah senantiasa, sebab itu pendapat kita berubah-ubah pula, demikianlah kesimpulan pendirian mereka. Dengan pendirian semacam itu tiap-tiap perubahan pikiran tentang sesuatunya dapat dipertahankan dengan mengatakan, bahwa keadaan telah berubah. Semua berubah, dan kita mengikut.

Kaum sofis tidak ada yang sama pendiriannya ten tang tang sesuatu masalah. Mereka hanya sependirian dalam hal meniadakan, dalam pendirian yang negatif, pokok ajarannya ialah bahwa "kebenaran yang sebenar-benarnya tidak tercapai". Tiap-tiap guru sofis mengemukakan ini sebagai pokok pendirian. Oleh karena kebenaran yang dirian boleh benar dan boleh salah menurut pandangan manusia. Tiap guru sofis mengajar orang menaruh syak sebenar-benarnya tidak tercapai, maka tiap-tiap pendirian boleh benar dan boleh salah menurut pandangan manusia. Sebaliknya pula ia mengajar orang mempertahankan tiap-tiap pendirian. Apa yang orang dibenarkan sekarang, beresok boleh disalahkan.

Posting Komentar

0 Komentar