oneclick.my.id - Saya termasuk orang yang cukup sering bepergian ke berbagai daerah di Indonesia. Tidak selalu untuk urusan pekerjaan atau sesuatu yang serius. Kadang cuma ingin melihat tempat baru, mencoba makanan khas daerah, menikmati suasana kota lain, atau sekadar mencari suasana berbeda setelah beberapa minggu berkutat dengan rutinitas.
Sebagai orang awam, saya biasanya lebih sibuk mencari penginapan murah, mengecek rute perjalanan, melihat rekomendasi tempat makan, sampai memastikan baterai ponsel penuh. Urusan hukum? Jujur saja, hampir tidak pernah terpikir.
Padahal, semakin sering bepergian, semakin banyak pula situasi yang bisa kita temui. Kita berinteraksi dengan orang yang berbeda, berada di lingkungan yang belum kita kenal, menggunakan fasilitas umum, menginap di tempat orang lain, dan kadang harus memahami aturan yang berlaku. Di sinilah saya kemudian merasa bahwa mengetahui dasar-dasar hukum itu ternyata tidak hanya penting bagi mahasiswa hukum, pengacara, polisi, atau orang yang bekerja di bidang pemerintahan.
Orang biasa seperti saya juga perlu.
Salah satu hal yang menarik perhatian saya belakangan adalah hadirnya kuhp2023.com, sebuah portal yang menyediakan dokumentasi dan referensi mengenai Kitab Undang-Undang Hukum Pidana berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.
Awalnya saya mengira situs seperti ini pasti dibuat khusus untuk orang-orang yang paham hukum. Ternyata pendekatannya cukup sederhana. Materi KUHP Tahun 2023 disusun sebagai referensi yang bisa dibaca kembali ketika seseorang membutuhkan informasi mengenai pasal tertentu.
Buat saya yang awam, bagian paling menarik justru karena kebutuhan terhadap informasi hukum sering muncul secara tiba-tiba.
Misalnya ketika sedang bepergian ke daerah lain, kita mungkin mendengar sebuah istilah hukum dari berita atau percakapan. Kita penasaran, sebenarnya pasal yang dimaksud itu apa? Apa isi ketentuannya? Apakah informasi yang beredar di media sosial memang sesuai dengan bunyi undang-undang?
Biasanya saya akan membuka mesin pencari, membaca beberapa artikel, lalu malah semakin bingung karena satu artikel menjelaskan dari sudut pandang tertentu dan artikel lainnya menggunakan istilah yang berbeda.
Dengan adanya portal referensi seperti kuhp2023.com, setidaknya saya punya satu tempat yang bisa digunakan untuk kembali melihat teks pasal yang berkaitan dengan KUHP Tahun 2023.
Ini mungkin terdengar sederhana. Tapi bagi orang awam, akses terhadap sumber hukum yang mudah dicari justru sangat membantu.
Kita sering menganggap hukum sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Padahal ketika bepergian, kita tetap membawa diri kita sebagai warga negara yang memiliki hak sekaligus kewajiban. Aturan hukum tetap berlaku ketika kita berada di kota sendiri, di provinsi lain, maupun saat sedang menikmati liburan.
Contohnya sederhana. Ketika berada di tempat baru, kita tentu harus menjaga perilaku, menghormati orang lain, tidak melakukan tindakan yang merugikan, serta memahami bahwa ada konsekuensi hukum terhadap perbuatan tertentu.
Saya tidak mengatakan setiap orang yang hendak travelling harus membaca seluruh isi KUHP dari awal sampai akhir. Kalau harus begitu, mungkin rencana liburan malah batal karena sibuk membaca undang-undang.
Yang menurut saya lebih realistis adalah mengetahui bahwa referensi tersebut tersedia dan bisa dibuka ketika dibutuhkan.
Portal kuhp2023.com juga menarik karena konsepnya dibuat cukup spesifik. Isi situs diarahkan pada dokumentasi dan referensi KUHP Tahun 2023, sehingga pembaca tidak perlu berkeliling mencari terlalu banyak sumber hanya untuk menemukan pasal tertentu.
Bagi mahasiswa mungkin situs semacam ini bisa digunakan sebagai bahan awal untuk mencari ketentuan hukum. Bagi praktisi tentu sumber hukum memiliki fungsi yang jauh lebih serius. Sedangkan bagi masyarakat umum, manfaatnya lebih sederhana, yakni membantu mengenal aturan yang mungkin selama ini hanya kita dengar namanya.
Saya sendiri melihatnya dari pengalaman sebagai orang yang suka bepergian.
Ketika berada di luar kota, kita biasanya menyimpan banyak informasi di ponsel. Tiket perjalanan ada di ponsel. Peta ada di ponsel. Reservasi hotel ada di ponsel. Bahkan daftar tempat makan pun ada di sana.
Kenapa referensi hukum tidak boleh ikut menjadi informasi yang mudah diakses?
Justru ketika sesuatu terjadi, kita tidak ingin mencari informasi hukum dalam keadaan panik. Lebih baik tahu sejak awal di mana kita bisa menemukan sumbernya.
Ada satu hal lain yang menurut saya cukup penting. Membaca sumber hukum secara langsung bisa membantu kita membedakan antara informasi hukum dengan opini orang di internet.
Media sosial memang sangat cepat menyebarkan informasi. Tetapi cepat tidak selalu berarti tepat. Sebuah potongan pasal bisa saja dibagikan tanpa konteks, kemudian ditafsirkan macam-macam. Kalau hanya mengandalkan unggahan singkat, masyarakat bisa salah memahami sebuah ketentuan.
Karena itu, keberadaan situs yang berfungsi sebagai portal dokumentasi dan referensi hukum menjadi cukup relevan di tengah kebiasaan masyarakat mencari informasi melalui internet.
Saya tidak tiba-tiba menjadi ahli hukum setelah menemukan kuhp2023.com. Jelas tidak. Saya tetap orang awam yang lebih hafal rute menuju tempat wisata daripada nomor pasal dalam undang-undang.
Namun setidaknya sekarang saya tahu bahwa ketika membutuhkan informasi mengenai KUHP Tahun 2023, ada portal yang bisa saya jadikan titik awal untuk mencari referensi.
Bagi saya, inilah sisi menarik dari digitalisasi informasi hukum. Hukum yang sebelumnya terasa identik dengan buku tebal dan bahasa formal mulai bisa diakses melalui perangkat yang setiap hari kita bawa.
Dan ini bukan cuma soal travelling.
Informasi hukum bisa dibutuhkan ketika kita bekerja, membuka usaha, berinteraksi dengan masyarakat, menggunakan media sosial, atau menghadapi persoalan tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Kita tidak pernah benar-benar tahu kapan informasi tersebut diperlukan.
Karena itu, menurut saya kuhp2023.com cukup menarik untuk dikenali oleh masyarakat umum, termasuk orang-orang yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan hukum.
Situs ini tidak harus diperlakukan sebagai tempat untuk belajar hukum secara mendalam. Anggap saja sebagai perpustakaan digital kecil yang bisa dibuka ketika kita membutuhkan referensi mengenai KUHP Tahun 2023.
Bagi saya yang sering bepergian dari satu daerah ke daerah lain, keberadaan sumber seperti ini memberi satu keuntungan sederhana: informasi hukum bisa dicari tanpa harus membawa buku undang-undang ke dalam tas perjalanan.
Tas saya sudah cukup penuh dengan pakaian, charger, power bank, sandal, dan kadang oleh-oleh yang sebenarnya tidak direncanakan.
Kalau referensi hukumnya bisa disimpan secara digital, ya jauh lebih praktis.
Pada akhirnya, menjadi masyarakat yang memahami hukum tidak selalu berarti harus menghafal semua pasal. Kadang langkah pertamanya jauh lebih sederhana, yaitu tahu di mana harus mencari informasi yang benar ketika kita membutuhkannya.
Dan bagi saya, kuhp2023.com bisa menjadi salah satu tempat untuk memulai kebiasaan tersebut.

Posting Komentar